Merangkul Tradisi, Menjejak Masa Lalu: Rekonsiliasi Budaya Peristiwa 1965/1966 di Maumere

Authors

  • Martin Elvanyus De Porres Departemen Antropologi, Universitas Gadjah Mada

Abstract

Tragedi kemanusiaan 1965/1966 di Maumere, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur bukan
sekadar peristiwa kekerasan yang mengorbankan banyak nyawa manusia, melainkan juga
penghancuran budaya tempatan yang dianggap terbelakang dan tidak selaras dengan ajaran
agama modern. Situasi demikian dirasakan oleh Masyarakat Suku Soge (Tua Bao) dan Goban
di wilayah Tana Ai, daerah paling timur dari kota Maumere, Kabupaten Sikka, sehingga
membuat mereka enggan berbicara ataupun mengungkit peristiwa masa lalu tersebut. Selain
karena pelaku dan korban sama-sama merupakan anggota suku, pembakaran situs dan larangan
membuat ritus menjadi faktor lain dari keengganan itu, yang kemudian berdampak pada
kebingungan atau ketidaktahuan generasi selanjutnya. Buku ini mencatat, masyarakat tidak
pernah lagi menjalankan ritus penting warisan leluhur mereka atau dikenal dengan adat Gren
Tana/Blatan Tana selama kurang lebih lima puluh tahun pascatragedi 1965/1966. Misionaris
Gereja Katolik dari Eropa menganggap orang-orang tersebut kafir dan penyembah berhala.
Cap sebagai PKI atau komunis semakin membuat mereka tidak berdaya, terutama pada era
kekuasaan Orde Baru.

Published

2023-12-08