WAWANCARA Olle Tornquist Perbandingan Analisa Sejarah Menjadi Krusial untuk Membangun Gerakan Progresif Alternatif

Authors

  • Olle Tornquist Institutt for Statsvitenskap

Abstract

Dampak peristiwa 1965 tidak sebatas hilangnya ratusan ribu nyawa. Akan tetapi lebih mendasar
lagi, dengan hilangnya kelompok-kelompok Kiri dalam kekerasan 1965, setidaknya selama masa
pemerintahan Orde Baru, Indonesia seperti mengalami ketumpulan dalam politik progresifnya.
Jika demikian, mengapa politik Kiri tidak dapat kembali muncul pasca-Reformasi? Jurnal Sejarah
membicarakan hal ini bersama Professor Olle Tornquist, profesor Ilmu Politik dan Kajian
Pembangunan dari Universitas Oslo, Norwegia. Riset-risetnya berpusat pada tema-tema
demokrasi dan masyarakat sipil. Beberapa buku beliau yang berpengaruh di Indonesia, antara
lain: Dilemmas of Third World Communism: The Destruction of PKI in Indonesia (1984); The New
Local Politics of Democratisation (2005), disunting bersama AE Priyono dan Willy Purna Samadhi;
Making Democracy Work: Problems and Options in Indonesia (2007) disunting bersama Neil
Webster dan Kristian Stokke; dan Assessing Dynamic of Democratisation: Transformative Politics,
New Institutions and the Case of Indonesia (2013). Pada 2021, Olle Tornquist telah menerbitkan
buku barunya, In Search of New Social Democracy: Insights from the South, Implications for the
North (Bloomsbury Publishing). Kami berbincang-bincang tentang argumen Olle dalam buku
tersebut, yang juga dia kemukakan secara singkat dalam artikelnya di New Mandala pada April
2021.

Published

2023-12-08