WAWANCARA AGUNG AYU RATIH “Pengetahuan perempuan dalam sejarah agak dangkal dan cenderung mengulang-ulang argumen yang sama “
Abstract
Agung Ayu Ratih adalah salah seorang pendiri dan Direktur Eksekutif Institut Sejarah Sosial
Indonesia (ISSI), lembaga arsip independen dan perpustakaan yang dibentuk oleh beberapa
sejarawan dan pekerja kemanusiaan pada tahun 2003. Antara tahun 2000-2010 bersama
sejarawan John Roosa, ia mengoordinasi sejumlah periset pemula untuk mewawancarai ratusan
penyintas kekerasan massal anti komunis 1965-1966 dan membangun arsip digital sejarah lisan.
Hasil penelitian ini diterbitkan dalam buku kumpulan esai Tahun yang Tak Pernah Berakhir:
Memahami Pengalaman Korban 65 (2004). Ia aktif dalam berbagai kelompok kebudayaan dan
organisasi kemanusiaan sebagai penasihat, peneliti, dan pekerja kemanusiaan. Pada 2008 ia
diminta memberikan Pidato Kebudayaan yang bertajuk “Kita, Sejarah, dan Kebhinekaan:
Merumuskan Kembali Keindonesiaan” dalam rangka ulang tahun Taman Ismail Marzuki, Jakarta.



