Politik Air Bersih: Kota Kolonial, Wabah, dan Politik Warga Kota
Abstract
Kepada Yang Mulia Ratu
Pemerintah Belanda di Den Haag,
Dengan segala hormat kepada Yang Mulia Ratu dari warga kota Surabaya,
bahwa dalam waktu yang cukup lama kami telah menunggu dengan sia-sia langkah Pemerintah
menyediakan layanan air bersih bagi warga Surabaya;
bahwa permintaan-permintaan yang kami tujukan kepada Gubernur Jenderal dan Menteri
Kolonial dari rangkaian diskusi publik yang kami lakukan terkait pembangunan layanan air
bersih tidak mendapatkan tanggapan apapun;
bahwa wabah kolera yang mengerikan terus-menerus mengancam kota Surabaya sejak tahun
lalu dan menimbulkan kebutuhan mendesak penyediaan air bersih untuk mengatasi wabah yang
terus datang;
bahwa pemerintah sama sekali tidak bersedia atau hanya mau memberikan dukungan kepada
konsesi pembangunan layanan air bersih dengan biaya serendah mungkin;
bahwa kami, warga kota dan keluarga yang terancam kehidupannya, sangat memohon
kesediaan Yang Mulia untuk memberikan dukungannya agar kota Surabaya segera memiliki
fasilitas layanan air bersih.



